Laman

Selasa, 18 Januari 2011

Teknologi Nirkabel 4G Gantikan Kabel Broadband ?

INILAH.COM, Jakarta - Era 4G sudah di depan mata, di beberapa negara saja sudah memakai teknologi ini termasuk Hong Kong. Namun, dapatkah 4G menggantikan posisi kabel broadband?

Jika Anda memilih 4G, bersiaplah mengucapkan selamat tinggal pada kecepatan unduh 100Mbps. Opsi lain yang ditawarkan saat ini adalah 4G, generasi selanjutnya jaringan data.

Jaringan WiMax 4G Sprint sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Sekitar 60 kota besar di dunia sudah mendapat layanan WiMax. Sementara itu, T-Mobile memiliki lebih dari 100 pasar termasuk jaringan ‘4G’ HSPA+ sementara Verizon Wireless baru saja meluncurkan jaringan LTE (Long Term Evolution) 4G di 40 kota.

Jaringan LTE AT&T direncanakan beroperasi tahun ini. AT&T telah menawarkan layanan HSPA+ pada 80% luas cakupannya. Jaringan 4G saat ini tak cukup cepat dibanding kabel broadband saat ini. LTE hanya memiliki downstream 21Mbps dan broadband 100Mbps untuk beragam rencana.

Namun, permasalahan bukan hanya terletak pada kecepatan. Latensi atau lag juga menjadi masalah, bahkan dengan menggunakan koneksi 4G terbaik sekalipun koneksi cenderung menjadi lebih lag dibanding kabel broadband.

Di Amerika Serikat (AS) sendiri, era nirkabel 4G baru berusia dua tahun, dengan kata lain masih awal. Setelah lima tahun berjalan, operator nirkabel besar akan menawarkan cakupan 4G secara luas dengan kecepatan transfer dan tingkat latensi yang bersaing cukup baik ketimbang kabel broadband.

Hal ini bisa sangat menarik bagi pengguna yang ingin benar-benar terbebas dari kabel. Anda bisa memilih untuk tetap menggunakan kabel operator atau beralih ke teknologi nirkabel.

Tentu saja ada isu lain yang perlu dipertimbangkan yakni cakupan bandwidth. Verizon rencancanya memberikan LTE 4G dengan kouta unduh 5GB seharga US$50 (Rp450 ribu) dan 10 GB seharga US$80 (Rp 725 ribu) sebulan.

Sprint menawarkan akses tak terbatas WiMax 4G seharga US$60 (Rp 540 ribu) sebulan dan CEO Sprint Dan Hesse berjanji tak mengubah harga itu. Hal ini membuat kolumnis teknologi Yahoo! Ben Patterson menguji 4G di rumahnya mengusung Sprint.

Patterson membeli hotspot portabel Overdrive 4G Sprint dan mencobanya selama beberapa hari ke depan sebagai sambungan utama di rumahnya. Hasilnya, kecepatan downstream konsisten di 3-4Mbps, dan untuk upstream mencapai 1,5-3Mbps dengan tingkat latensi 50-70 milidetik. Untuk koneksi data nirkabel, “Tak buruk“.

Menggunakan jangkauan terbatas dan kekuatan router Overdrive portabel tentunya tak ideal untuk pengujian di rumah. Akhirnya Patterson melakukan tes kecil menggunakan modem nirkabel 4G baru Clear.

Apakah Overdrive Sprint mampu menangani streaming video 1080p pada Netflix, atau cepat-kedutan game lebih dari Xbox Live? “Mungkin tidak gesit seperti sambungan kabel Road Runner, tapi aku penasaran untuk merasakannya.”

Menurut kolumnis PC World Mark Sullivan, saat ini belum banyak hotspot tersedia, namun tak lama lagi segera muncul. Verizon dan Novatel telah mengumumkan perangkat baru LTE MiFi mereka. Pembuat hotspot, Cradlepoint, pun mengatakan telah bekerja sama dengan Verizon membuat perangkat yang kompatibel modem Verizon.

Saat itu, pemilik modem LTE Verizon dapat memasang modem LTE USB mereka ke perangkat hotspot Cradlepoint yang akan membuat jaringan Wi-Fi tenaga LTE menyelimuti rumah.

Layanan LTE tak hanya cepat, juga berjalan pada pita spektrum yang memungkinkan melewati hambatan dan masuk ke bangunan lebih baik dibanding 3G. Hasilnya, jaringan Wi-Fi indoor hotspot LTE buat akan memberi kecepatan tinggi dan kehandalan tinggi. LTE bisa mengubah dinamika pasar broadband konsumen untuk selamanya. [mdr]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar